Minggu, 17 Februari 2019

Proposal Dinas Pemberdayaan Kota Sorong


PROPOSAL

PELATIHAN PEMBUATAK KUE KERING SEBAGAI UPAYA PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN UNTUK MENIGKATAKAN PEREKONIMIAN MAMA-MAMA ASLI PAPAU DI KOTA SORONG 





 DINAS PEMBERDAYAAN KOTA SORONG
TA 2019




A. Pendahuluan

Pemberdayaan masyarakat adalah proses pembangunan di mana masyarakat berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan masyarakat hanya bisa terjadi apabila masyarakat itu sendiri ikut juga berpartisipasi dalam kegiatan pemberdayaan tersebut. Satu usaha dinilai berhasil sebagai pemberdayaan masyarakat apabila kelompok komunitas atau masyarakat tersebut menjadi agen pembangunan atau di kenal sebagai subjek. Di sini subjek merupakan motor penggerak, dan bukan penerima manfaat.
Namun untuk membangun naluri pemberdayaan tersebut pada masyarakat kiranya perlu adanya pelatihan pemberdayaan sehingga masyarakat terpacu menerapkan naluri pemberdayaan tersebut yakni masyarakat tidak hanya menerima manfaat tapi sebaliknya masyarakat sebagai pemberi manfaat atau sebagai motor penggerak penebar manfaat.
Pada saat ini yang di rasa paling penting adalah pemberdayaan di bidang perekonomian karena apabila perekonomian masyarakat di satu tempat itu bagus maka kesejahteraan pun akan meningkat di daerah tersebut.
Dewasa ini masyarakat yang tinggal di kota Sorong Khususnya Mama-mama Papua hanya menjadi konsumen saja bukan menjadi produsen. Sebenarnya ada produk-produk yang di jual oleh mama-mama asli Papua namun itu bukan sebagai bahan jadi namun itu hanya bahan mentah yang kemudian haru dikelola misalnya hasil pangan lokal seperti, Pisang, talas, ubi, buah-buahan lokal, dan sayur-sayuran lokal sehingga masih kurang memberikan dampak kesejahteraan yang baik bagi mama-mama Papua. 
Tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya mama-mama Papua menjadi tanggung jawab pemerintah kota Sorong Maka dari itu pemerintah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan kota Sorong membuat sebuah kegiatan pelatihan pembuatan kue kering sebagai upaya pemberdayaan untuk meningkatkan perekonomian mama-mama asli Papua.
Sebenarnya banyak kegiatan pemberdayaan yang bisa di buat untuk meningkatkan perekonomian Mama-Mama Papua salah satunya adalah pelatihan Pembuatan kue kering ini. Kenapa? Yang pertama adalah modal untuk pembuatan kue kering cenderung lebih terjangkau, yang kedua adalah bahan-bahan yang butuhkan tersedia dengan mudah dan yang ketiga adalah kue kering menjadi makanan yang di konsumsi setiap hari sebagai camilan. Tentunya permintaan pasti akan banyak.  Yang keempat adalah proses pembuatan kue kering yang tidak terlalu sulit. yang kelima kue kering dapat bertahan lama. yang keenam adalah permintaan pasar terhadap kue kering akan sangat mintakat pada hari-hari raya keagamaan. Hal-hal inilah yang membuat kami yakin membuat kegiatan tersebut karena apabila kegiatan ini terealisasi maka akan memberikan manfaat yang baik bagi mama-mama Asli Papua.  

B. Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dan manfaat dalam kegiatan ini
1.    . Tujuan
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan dan dalam meningkatkan perekonomian Mama-mama Papua
2.    2Manfaat
Manfaat dari kegiatan ini adalah Mama-mama Asli Papua dapat mengetahui cara pembuatan kue kering

C. Ruang Lingkup dan Sasaran
Ruang lingkup dan sasaran pelatihan ini adalah Mama-mama Asli Papua agar setelah kegiatan kegiatan ini mereka tidak lagi menjadi konsumen tapi sebaliknya menjadi produsen khususnya produk ke kering.

 D. Tempat dan Waktu
Adapun tempat dan waktu pelaksanaan yaitu :
1.    1. Tempat
Kegiatan ini akan di laksanakan di Hotel Kryad Kota Sorong Papua Barat
2.    2. Waktu
Kegiatan ini akan dilaksanakan 2 hari yakni pada tanggal 13-14 Maret 2019

E. Estimasi Anggaran



F. Penutup
Demikian Proposal ini Kami buat sebagaimana mestinya tentunya kami sangat mengharapkan kritikan dan sarananya untuk perbaikan kami ke depannya.




Rabu, 13 Februari 2019

Berkarya Tanpa Batas


Berkarya Tanpa Batas

foto ini merupakan salah satu karya saya yang di minta oleh Sriwijaya Air untuk di terbitkan di majalah InFlight Sriwijaya edisi bulan November 2018. foto ini saya ambil ketika saya memberikan edukasi Nasionalisme kepada anak-anak di Kampung Klamono Distrik Klamono Kabupaten Sorong Papua Barat. ini bisa di lihat di IG saya : johanarahman8@gmail.com7

Minggu, 20 Januari 2019


Sulit Akses Air Bersih Masyarakat Kampung Warmanen Distrik Moraid Kabupaten Tamberauw Sebut PAMSIMAS Menjadi Solusi Terbaik.


Dokumentasi SOSDES di Kampung Warmanen

Kampung Warmenen adalah sebuah kampung yang terletak di Distrik Moraid Kabupaten Tamberauw. Jumlah penduduk di Kampung Warmanen adalah 130 jiwa dengan jumlah kepala keluarga adalah 27 KK. untuk mengakses kampung warmanen kita bisa menggunakan kendaraan roda 4 dan roda 2 dengan jarank tempuh dari ibu kota tamberauw yakni sausapor sekitar kurang lebih 150 km dengan kondisi jalan yang belum memadai. biaya sewa mobil menuju kampung tersebut berkisar antara kurang lebih Rp 2.500.000 per satu kali jalan. Belum sampai di situ, letak kampung yang berada di seberang sungai mega, maka untuk sampai ke kampung ini harus menyeberangi sungai Mega tersebut dengan kedalaman sekitar 1-2 meter dan cukup deras.


Dokumentasi Sungai Mega
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, masyarakat kampung Warmanen harus mengambil air di dalam hutan yang jaraknya kurang lebih 500 dari pemukiman warga. Hal ini sudah berjalan kurang lebih 10 tahun sejak kampung Warmenen di mekarkan. terdapat sekita 20an rumah yang ada di desa Warmanen yang tidak memiliki satu pun jamban. bahkan jamban umum pun tidak tersedia di kampung tersebut. Karena minimnya fasilitas jamban, maka masyarakat apabila BAB biasanya di sungi Mega.

Pada tanggal 5 bulan Desember 2018 tepatnya tim fasilitator masyarakat PAMSIMAS melakukan SOSDES di kampung Warmanen. Domi, Herol dan Klarce adalah TFM (Tim Fasilitator Masyarakat) yang pada saat itu melakukan SOSDES di kampun tersebut. Menurut salah satu TFM yaitu Dominggus bahwa kedatangan mereka sangat di sambut baik oleh warga. Warga kampung Warmanen sangat antusias membantu kami dalam kegiatan SOSDES tersebut, mulai dari menyiapkan tempat, mengantar kami ke rumah kepala kampung untuk koordinasi, dan membantu kami dalam proses pengukuran dan pengecekan sumber air.


Dokumentasi proses pengukuran dan pengecekan .sumber air

“waktu kami melaksanakan kegiatan SOSDES di kampung Warmanen masyarakat menerima kami dengan baik, mereka sangat antusias memfasilitasi kami, bahkan mereka membantu kami dalam kegiatan SOSDES tersebut, mengantar kami ke rumah kepala kampung, penyiapan tempat untuk SOSDES, sampai dengan pengukuran dan pengecekan sumber air.

Kegiatan SOSDES di hadiri oleh masyarakat kampung dan kepala kampung tentunya. Setelah kegiatan SOSDES selesai tim TFM pun berbincang-bincang dengan bapak Yusuf yeblow selaku kepala kampung Warmanen. Beliau mengatakan bahwa permasalahan air bersih yang dihadapi oleh masyarakat kampung Warmanen selama ini belum ada solusinya dan ini adalah permasalahan yang mendasar karena air merupakan kebutuhan pokok mahluk hidup. namun dengan kedatangan PAMSIMAS semoga bisa menjadi solusi yang terbaik untuk menjawab permasalahan yang kami hadapai selama ini.

“selama ini masyarakat kampung warmanen ini susah akses air bersih, Kalo masyarakat ambil air harus bajalan jau eeeee. ini yang kitong masyarakat kampung ini mengeluh selama ini. Dengan kedatangan PMASIMAS di kami punya kampung ini semoga bisa menjadi Solusi terbaik bagi masyarakat kampung Warmanen ini. (dialek Papua) Tuturnya.  


Sumber : TFM PAMSIMAS TAMBRAUW (Satria, Domi, Herol)
Sumber : Dokumntasi : TFM PAMSIMAS TAMBRAUW (Satria, Herol, Domi)
Penulis : DEAO PAMSIMAS Kabupaten Tambrauw : Johan A Rahman




Senin, 05 November 2018

INI DIA 9 TIPS YANG BISA IBU GUNAKAN AGAR SI KECIL TERHINDAR DARI STUNTING

INI DIA 9 TIPS YANG BISA IBU GUNAKAN AGAR SI KECIL TERHINDAR DARI STUNTING





Dilansir dari Situs Republika.com mengatakan bahwa Indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen sehingga WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk. Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan jumlah kasus stunting tertinggi di Indonesai, yaitu mencapai 16,9 persen. Sedangkan kasus stunting terendah adalah Sumatera Utara dengan jumlah sekitar 7,2 persen. 

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat nutrisi dalam jangka waktu yang lama, sehingga berpengaruh pada tumbuh kembang anak secara fisik. Anak akan lebih pendek dari anak normal seusianya dan mengalami keterlambatan berpikir. 

Faktor penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu terhadap pola asuh anak, pemenuhan gizi yang kurang baik pada anak dalam jangka waktu yang lama, sanitasi yang buruk, serta akses air bersih yang sulit. 

Segala yang diciptakan oleh tuhan tentunya tidak ada yang tidak berguna. Semua sudah diciptakan secara berpasang-pasangan, malam dan siang, perempuan dan laki-laki, begitu pun dengan dengan penyakit yang Tuhan ciptakan tentu ada obatnya juga bukan? Nah untuk itu ibu tidak perlu kahwatir karena ternyata stunting bisa dicegah. Berikut saya paparkan sembilan tips yang bisa ibu gunakan agar agar bayi terhindar dari stuntung.


1. Ibu hamil harus menjaga keseimbangan gizi dengan menambah porsi makan dengan makanan tambahan.
Ibu hamil dengan gizi buruk akan berdampak pada kesehatan, bukan hanya pada dirinya tapi pada bayi yang dikandungnya. Kekurangan gizi pada ibu hamil akan berakibat terjadinya anemia, mudah lelah dan lesuh, produktivitas yang rendah, serta menurunnya sistem imun sehingga mudah terserang penyakit. Sedangkan dampaknya pada janin yang dikandungnya ialah bisa terjadi lahir prematur dan bahkan samapai berujung pada kematian. Maka dari itu pentingnya ibu hamil menjaga keseimbagan gizi dengan makanan tambahan (www.anmum.com).

2. Mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat pada ibu hamil 
Asam folat atau disebut juga Vitamin B9 begitu penting bagi ibu hamil karena dapat menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin. Selain itu juga asam folat dapat membantu memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia jenis tertentu (Hellosehat.com).

3. Mengatasi kekurangan yodium 
Yodium tentunya sangat penting bagi manusai, tanpa terkecuali ibu hamil. Zat yodium berfungsi sebagai pencegah gondok. Selain dapat mencegah gondok, yodium juga dapat mencegah penyakit Kretinisme, keguguran pada ibu hamil, mencegah potensi bayi tidak berkembang secara fisik, mencegah bayi kekurangan yodium, dan mencegah penghambat perkembangan jaringan otak pada janin (hamil.co.id).

4. Ibu hamil harus terhindar dari penyakit cacingan 
Ibu hamil yang cacingan akan mengalami risiko animia dan malnutrisi yang dapat meyebabkan kelahiran bayi prematur, pendarahan dan bayi stunting. Ibu hamil harus menjaga diri agar terhindar dari cacingan. Gejala cacingan pada ibu hamil ditandai dengan anemia yang berkepanjangan dan semakin parah. Apabila hal ini mulai terasa maka segera lakukan pemeriksaan sejak dini agar segera ditangani oleh dokter (haibunda.com).

5. Melindungi ibu hamil dari malaria 
Bahaya malaria dapat menyerang siapa saja begitupun dengan ibu hamil. sistem kekebalan tubuh pada bumil yang cenderung tidak stabil sehingga mereka rentan terhadap penyakit, termasuk malaria. Ibu hamil yang terjangkit malaria dapat membahayakan dirinya sendri dan juga janin yang dikandungnya. Maka ibu hamil harus melindungi dirinya dari malaria (bidanku.com).

6. Mendorong pemberian ASI eksklusif sejak dini pada bayi dari umur 0-23 bulan
Mendorong pemberian ASI sejak dini terbukti dapat membantu tubuh si kecil lebih sehat dan megurangi risiko sakit pada bayi. Selain itu ASI juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh bagi si kecil. Maka sangat penting pemberian ASI dari usai 0-23 bulan (www.walsehat.nestle.co.id).

7. Menyediakan suplemen zink bagi si kecil
Pemberian suplemen zinc pada bayi dapat mencegah penaykit diare. Selain itu pemberian zinc dan pemberian cairan rehidrasi mampu mencegah terulangnya diare pada bayi. (www.aladokter.com)

8. Memberikan imunisasi lengkap pada bayi
Sebenarnya bayi memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya dari serangan bakteri dan virus sejak ia berumur 14 minggu. Hal itu dikarenankan sel antibodi, sel T, telah terbentuk sejak usia 14 minggu. Meski begitu sistem kekebalan tubuh pada bayi tentunya tidak sama dengan orang dewasa, maka dari itu bayi rentan terhadap penyakit. Dengan pemberian inunisasi lengkap dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada si kecil sehingga si kecil terhindar dari barbagai penyakit seperti polio, TB anak, Campak dan dll (http://.hellosehat.com).

9. Menjaga keseimbangan gizi pada bayi sejak 1000 hari pertama kehidupan
Akibat kekurangan gizi pada 1000 HKP berdampak pada janin, seperti bayi terlahir prematur, stunting hingga berujung pada kematian pada bayi. Sehingga perlu kiranya menjaga keseimbangan nutri pada bayi sejak 1000 hari pertama kelahiran (www.akademia.edu).


Sumber : 
siha.depkes.co.id 
www.anmum.com 
http://hellosehat.com 
http://hamil.co.id 
http://haibunda..co.id 
www.bidanku.com 
www.walsehat.nestle.co.id 
www.aladokter.com

Tafsir Al-Quran Surat Al Anfal ayat 20



Tafsir Al-Quran Surat Al Anfal ayat 20

Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Anfal Ayat 20 :


Artinya : Hai Orang-Orang Yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-nya dan janganlah kalian berpaling dari-nya, sedang kalian mendengar (perintah-perintah-nya).
Berikut ini adalah penjelasan terkait Q.S Al-Anfal ayat 20 di atas :
1. Asbabul Nuzul
Telah Menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami, Yahya dari Ubaidullah berkata, telah menceritakan kepada saya Nafi dari Ibu Umar Radiallahu anhu : Rasulullah SWA. Mewajibkan zakat fitrih satu sah dari gandum atau sha dari kurma bagi setiap anak kecil maupun dewasa, orang yang merdeka maupun hamba sahaya (budak)

2. Hikmah yang Bisa Kita Ambil dari Q.S Al-Anfal ayat 20

a   A.  Allah SWT menyuruh kita Tunduk dan patuh terhadap perintah-perintahnya.



wahai orang-orang yang berpihak dan tunduk pada kebenaran, sesungguhnya kalian telah benar-benar mengetahui bahwa kemenangan datang atas bantuan Allah dan oleh sikap patuh pada Allah dan Rasul-nya. Maka tetaplah kalian bersikap patuh kepada Allah dan Rasul-nya Dan janganlah kalian menghalang-halangi seruan Rasul kepada kebenaran, padahal kalian mendengar dan memahami apa yang dikatakannya. Hal ini juga sejalan dengan firman Allah dalam Q.S An-Nisa ayat : 59 yang artinya Taatilah Allah, Taatilah Rasul dan Ulilamri (Pemimpin)


B. Allah Yang Maha Kuasa memerintahkan kita agar mengikuti Rosulnya

Didalam surat Al-anfal ayat 20 selain Allah SWT menyuruh agar kita tunduk dan patuh padanya Allah juga memerintahkan kita agar mematuhi perintah Nabi Muhammad SAW. Yaitu dengan cara mengikuti segara sunnah-sunnah-nya. Hal itu pun di terangkan dalam Hadis-nya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah SAW “setiap ummad ku akan masuk Surga, Kecuali yang enggan. Mereka (para sahabat) bertanya : “siapa yang enggan itu?” Beliu menjawab “barang siapa yang mentaatiku pasti masuk Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.” Dan sebuah hadir yang diriwayatkan Abu Hurairah juga yakni Rasulullah SAW “aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya yaitu Kitabullah dan Sunnahku, serta keduanya tidak akan berpisah sampai keduanya mendatangiku di telaga (di Surga).  
  
CJangan menjadi orang yang munafik


“dan janganlah kalian berpaling darinya sedang kalian mendengar perintah perintahnya” adalah merupakan penggalan arti dari Q.S Al-anfal ayat 20 yang bermakna jangan menjadi orang yang munafik yakni apa yang telah kita dapat, dan kita peroleh tentang sebuah kebenaran yang datangnya dari Allah dan rasul-nya  maka kita di suruh agar mengikuti dan menaatinya, tanpa ada tawar menawar didalamnya. Janganlah kita berpura-pura bawah tidak kita tidak mengetahuinya lalu kemudian melanggar kebenaran tersebut.

Dan barang siapa dengan sengaja melakukan perbuatan melanggar ketetapan Allah yang sebenarnya dia mengetahuinya. maka orang-orang seperti ini di ancam oleh Allah SWT dengan ancaman sebagai orang-orang munafik. Hal tersebut di jelaskan dalam surat Al-anfal Ayat 21 yang artinya dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata “kami mendengar, padahal mereka tidak mendengar.

Orang-orang munafik di ancam oleh Allah SWT akan di tempatkan pada neraka Jahannam . Allah SWT berfirman “Allah mengancam orang-orang Munafik Laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal didalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka Azab yang kekal. (Q.S At-Taubah Ayat : 69)

3. Kesimpulan

Allah SWT memerintahkan kepada kita agar menaati dan mengikuti segala apa yang diperintahka oleh-nya dan Rasulnya serta menjauhkan diri-diri kita dari sifat kemunafikan.

Sumber : Tafsir Jalalin dan Tafsir Ibnu Katsir

Penulis : Johan A Rahman  


Minggu, 28 Oktober 2018

CEGAH STUNTING DI UJUNG TIMUR INDONESIA DENGAN EDUKASI

CEGAH STUNTING DI UJUNG TIMUR INDONESIA DENGAN EDUKASI

Pembangunan kesehatan Indonesia pada periode tahun 2015-2019 terfokus pada empat program proritas salah satunya adalah penurunan angka prevalensi balita pendek atau stunting. Stunting atau balita pendek adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibandingkan dengan tinggi badan orang lain pada umumnya. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi yang diterima oleh janin atau bayi pada 1000 hari pertama kehidupan. Ciri-ciri stunting pada anak ditandai dengan masa pubertas yang terlambat, peforma buruk, pertumbuhan gigi terlambat, di usia 8-10 tahun menjadi lebih pendiam, pertumbuhan melambat, dan wajah tampak lebih muda. Sedangkan dampak dari stunting adalah sistem imun yang buruk, kemampuan kongnitif berkurang, fungsi tubuh tidak seimbang, dan postur tubuh tidak maksimal.


                                           Promosi Kesehatan terkait Stunting

Stunting dapat dicegah melalui hal-hal berikut, diantaranya yaitu dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemberian tablet tambah darah dan makanan tambahan bagi ibu hamil, serta pemenuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan anak. Menurut data dari Depertemen Kesehatan yang ditinjau dari situs siha.depkes.go.id, penyebab stunting di Indonesia diantaranya yaitu kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi baik sebelum maupun pada masa kehamilan serta kurangnya asupan nutrisi pada ibu hamil dan balita. Selain itu, kurang meratanya edukasi pada masyarakat terkait stunting juga menjadi penyebab meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia.
Mengacu pada data dari siha.depkes.go.id di atas maka upaya yang harus dilakukan adalah membuat program edukasi kapada masyarakat tentang stunting, serta bagaimana pencegahnya agar masyarakat dapat mengetahuinya. Berangkat dari keprihatinan tersebut, maka disela kesibukan tugas dalam kegiatan PAMSIMAS penulis berinisiatif memberikan edukasi secara mandiri kepada masyarakat yang ada di Sorong dan sekitanya. Guna merealisasikan hal tersebut maka langkah yang pertama penulis lakukan adalah menentukan wilayah yang akan dijadikan sebagai tempat edukasi stunting. Setelah melalui beberapa pertimbangan, maka dipilihlah Kampung Mibi sebagai tempat yang akan dijadikan sasaran edukasi stunting. Sebagai tindak lanjut atas upaya edukasi tersebut, maka penulis melakukan koordinasi dengan Yahya Sapisa selaku kepala kampung dan masyarakat di Kampung Mibi. 

 Dokumentasi Pertemuan dengan masyarakt Kampung Mibi



Kampung Mibi merupakan sebuah desa yang terletak di Distrik Makbon Kabupaten Sorong, Papua Barat. Kampung ini memiliki jumlah penduduk kurang lebih 132 jiwa dengan jumah kepala keluarga (KK) sebanyak 32. Sebelumnya Kampung Mibi termasuk dalam salah satu wilayah desa tetangganya yaitu Kampung Malaumkarta. Hingga kemudian pada Desember 2015 terjadilah pemekaran kampung oleh Pemerintah Kabupaten Sorong, sehingga terbentuklah Kampung Mibi. Dalam kesehariannya  sebagian besar masyarakat di Kampung Mibi berprofesi sebagai Nelayan juga sebagai petani.



                                              Dokumentasi Kondisi Geografis Kampung Mibi

Kampung Mibi sebenarnya memiliki potensi pangan yang melimpah yang bisa di gunakan untuk pemenuhan nutrisi bagi masyarakat pada umunya dan bagi Ibu hamil dan balita pada khusunya yang ada di desa tersebut.  Potensi pangan yang dimiliki Kampung Mibi diantaranya yaitu pisang, kelapa, jagung, sagu, singkong, sayur-sayuran serta buah-buahan Selain itu Kampung Mibi juga memiliki potensi perikanan dan sumber air bersih yang memadai.








                                             Dokumentasi Pangan Di Desa Mibi

Pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita sebagai salah satu pencegahan stunting adalah cara yang bisa dilakukan pada masyarakat Kampung Mibi melalui pemanfaatan potensi pangan lokal yang tersedia di desa tersebut. Namun selama ini masyarakat tidak memahaminya, sehingga masyarakat cenderung berpendapat bahwa makanan yang bergizi adalah makan yang mahal. Misalnya adalah KFC di anggap lebih sehat dan bergizi dari pada makan sperti ikan sayur dan lain sebagainya.
Sampai saat ini memang belum terdapat adanya laporan mengenai kasus stunting di Kampung Mibi, namun tidak menuntup kemungkinan hal tersebut bisa saja terjadi di kemudian hari akibat ketidaktahuan masyarakat tentang bahaya stunting. Selain itu, munculnya anggapan dalam masyarakat bahwa “makanan yang bergizi adalah makanan yang mahal” merupakan suatu kesalahan logika yang perlu diluruskan. Kandungan gizi dalam suatu jenis makanan, pada dasarnya ditentukan oleh baiknya kualitas makanan itu sendiri bukan dari harganya. Produk makanan kemasan yang telah melalui sejumlah tahap pengawetan, meski lebih mahal, namun belum tentu memiliki kualitas sebaik makanan segar.
Bagi penulis, disini lah letak pentingnya pemberian edukasi dini bagi masyarakat Kampung Mibi. Sehingga upaya edukasi terkait stunting pada komunitas masyarakat kampung ini diharapkan dapat berfungsi, sebagai langkah preventif dalam memitigasi stunting sekaligus sebagai upaya promosi kesehatan dan koreksi yang memutus kesalahan logika yang ada.

Demikianlah paparan di atas, menjelaskan motivasi penulis yang berlatar belakang sebagai aktifis kesehatan dan bekerja di salah satu porgram pembedayaan masyarakat dalam melakukan edukasi mandiri pada masyarakat Kampung Mibi tentang bahaya stunting dan pemanfaatan potensi pangan untuk mencegahnya. Akhirnya penulis berharap agar masyarakat Kampung Mibi dapat meningkatkan kesadaran komunal sehingga terhindar dari stunting.





Dokumentasi Edukasi Stunting di desa Mibi

Sumber :                                1. siha.depkes.go.id
3. Bapak Yahya Sapisa Kepala Kampung Mibi
Sumber Dokumentasi :       1.  Dokumentasi Sendiri
2. http://promkes.kemkes.go.id



LAKUKAN INI AGAR KAMU TETAP SEMANGAT UNTUK MENJALANKAN AKTIVITAS OLAHRAGA LARI

        Halo sobat Runners, saat pandemi seperti saat ini tentunya kita terbatas melakukan aktivitas sepeti biasanya karena kita harus memat...