Rabu, 26 September 2018

MELESTARIKAN BATIK DI UJUNG TIMUR INDONESAI


MELESTARIKAN BATIK DI UJUNG TIMUR INDONESIA



Batik berasal dari bahasa jawa yaitu Mbat yang artinya melempar berkali-kali, sedangkan tik yang berarti titik. Jadi Mbatik adalah melempar titik berkali-kali pada kain. (Asti M. Dan Ambar B. Arni (2011: 1). Sedangkan menurut kamus bahasa Indonesia Batik adalah kain bergambar yang pembuatan nya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain, kemudian pengelolahannya diproses dengan cara tertentu.

Menurut Kuswaji K (1914-1914) seorang pelopor seni batik menerangkan bahwa setiap lukisan gambar yang tertera pada kain batik memiliki makna. Misalnya adalah batik yang bercorak Mega Mendung yang merupakan batik dari Cirebon. Motif batik dengan pola-pola awan ini menyimpan makna dan filosofi yang mendalam. Pesan nilai kesabaran terselip dibalik motif ini.

                                                Motif Batik Mega Mendung

Berbicara tentang batik Cirebon maka tak terlepas dari Batik Trusmi. Batik Trusmi mulai ada pada abat ke 14. Nama Trusmi sendiri merupakan sebuah nama suatu daerah Cirebon. Sejarah penamaan Trusmi adalah dimana ada sebuah kawasan yang ditumbuhi bayak tumbuhan, kemudian para warga menebang tumbuhan-tumbuhan tersebut namun seketika tumbuhan itu pun tumbuh kembali sehingga tanah tersebut dinamakan Desa Trusmi yang berasal dari kata Tersu Bersemi. Untuk lebih jauh mengenal Batik Trusmi kalian bisa mengunjungi link http://btbatiktrusmi.com


                                                        Logo Batik Trusmi

Walaupun batik terkenal sebagai budaya orang Jawa dan hanya orang jakwa saja yang memproduksi batik pada saat itu namun pada saat ini batik telah tersohor di seluruh penjuru Nusantara. Dewasa ini setiap daerah di Indonesia telah memiliki batik dengan corak yang bermacam-macam sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing. salah satu adalah batik Papua.

Batik Papua merupakan batik yang banyak menggunakan Corak dari alam, seperti corak burung cendarawasi, corak ikan, corak Honai dan corak Tifa. Yang membedakan batik Papua dengan batik lainya adalah batik Papua biasanya di buat asimetris dengan warna yang cerah dan cenderung menggunakan corak dari alam Papua. Berikut adalah corak-corak batik Papua













Sebagai bentuk kepedulian pemerintah propinsi Papua dan Papua Barat untuk melestarikan batik Papua, PEMPROF Papua dan Papua Barat menghimbau kepada seluruh instansi Pemerintah dan swasta untuk menggunakan baju batik bermotif Papua pada setiap hari Kamis.

Selain itu pada tanggal 02 Oktober 2018 7 PEMPROV Papua dan Papua Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Dinas Pariwisata melakukan kegiatan pelatihan kepada masyarakat Papua dan Papua Barat untuk membuat baju batik bercorak khas Papua yang di latih langsung oleh orang-orang yang ahli di bidang pengrajin batik yang di datangkan dari Pulau jawa.

Hal ini tentu tak lain dan tak bukan adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk melestarikan budaya dan seni bangsa Indonesia.

Sumber :

m.liputan6.com
batik.org.id
infobudaya.net
https://kbbi.web.id
https://papua.antaranews.com






   






















































Selasa, 18 September 2018

MEMANFATKAN POTENSI PANGAN LOKAL DALAM PEMENUHAN GIZI MASYARAKAT DESA MIBI

EDUKASI SEBAGAAI SALAH SATU CARA MENURUNKAN ANGKA KASUS STUNTING 


Kesehatan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia karena semua aspek kehidupan manusia bergantung pada kesehatan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui program-program kesehatan merupakan upaya pemerintah  untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan nawacita presiden Joko Widodo yang ke 5 meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Tentunya untuk mewujudkan cita-cita tersebut perlu adanya kerja sama dari semua pihak dan didukung dengan fasilitas yang memadai. Salah satu yang menjadi isu nasional pembangunan manusia Indonesia pada saat ini adalah Stunting

Baru-bari ini situs berita Republika.co.id mengeluarkan data tentang kasus stunting. Di indonesia tercatat 7,8 juta dari 23 juta balita adalah penderita stunting atau sekitar 35,6 persen. Sebanyak 18,5 persen kategori sangat pendek dan 17,1 kategori pendek. Hal ini yang menyebabkan WHO menetapkan Indonesia dengan status gizi buruk. Stunting tertinggi terdapat di Sulawesi Tengah sebanyak 16,9 persen dan terendah ada di Sumatra Utara 7,2 persen.

Stunting adalah masalah kekurangan gizi kronis yang di sebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting mulai terjadi saat janin masih dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia 2 tahun. Kekurangan gizi pada anak mengakibatkan tumbuh kembang anak menjadi lambat, imunitas yang rendah dan kemampuan kongnitif berkurang.

Menurut Dr. dr. Damayanti R. Sjarif, Sp. A(K), spesialis anak, konsultan nutrisi dan penyakit metabolik, stunting pada anak merupakan indikasi kurangnya gizi, baik secara kualitas maupun kuantitas yang tidak terpenuhi sejak bayi yang mengakibatkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat, penurunan fungsi kongnetif, penurunan imunitas dan gangguan sistem pembakaran.


Stunting bisa dicegah melalui :
1.   - Pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui
2.    - Pemberian ASI sampai bayi berumur 6 bulan
3.    - Meningkatkan akses terhadap Air bersih yang layak di minum dan sanitasi yang layal.
4.    - Rajin mengukur tinggi badan anak
5.    - Menerapkan pola hidup bersih dan sehat. 

Tentunya untuk menurunkan angka penderita stunting perlu adanya upaya dan yang serius dari pemerintah. salah satu strategi untuk menurunkan kasus stunting adalah memberikan edukasi atau sosialisasi terkait stunting dan pencegahan nya kepada masyarakat. Seperti yang penulis lakukan di Desa Mibi Kabupaten Sorong Papua Barat. Namun sebelum itu kita bahas dulu sedikit tentang Papua dan desa MIbi


Papua merupakan salah satu pulau dengan kekayaan alam yang sangat melimpah. Hamparan hutan dan lautan yang luas dengan beragam flora dan fauna di dalamnya menjadikan Papua sebagai sumber kehidupan masa depan nusantara bahkan Dunia. Belum lagi kandungan mas, minyak, gas dan yang lainnya yang terkandung di dalam perut bumi tanah Papua, tentunya tak ternilai harganya. Kandungan sumber daya hayati di Papua sangat beragam dan sangat melimpah. Banyak hewan dan tumbuhan yang hidup di tanah yang subur nan indah ini. Kekayaan sumber daya perairan yang tak ternilai harganya. Salah satunya adalah Raja Ampat. Terumbu karang di laut Raja Ampat di nilai sebagai terlengkap di dunia dengan total jumlah karang 75 % dari 573 karang yang ada di Dunia. 1.104 jenis ikan dan 669 jenis moluaka (hewan tak bertulang belakang). Hutan Papua yang masih subur dan terjaga menjadikan Papua sebagai salah satu paru-paru dunia. 


Desa Mibi 
 Terdapat sebuah desa di Papua Barat yang bernama desa Mibi. Desa Mibi merupakan desa yang terletak di distrik makbon Kabupaten Sorong Papua barat. Desa Mibi dimekarkan oleh pemerintah kabupaten Sorong pada tahun 2015. Birokrasi di Desa tersebut baru mulai berjalan pada  tahun 2016 paska pelantikan kepala Desa dan perangkat-perangkat desa lainnya di akhir tahun 2015. Desa Mibi memiliki jumlah penduduk kurang lebih 137 dengan total jumlah kepala keluarga 32 KK. Masyarakat di desa Mibi memiliki mata pencaharian sehari-hari sebagai petani. Karena desa Mibi terletak di Pesisir pantai maka sebagian dari masyarakat juga berprofesi sebagai Nelayan. 


potensi perikanan desa Mibi

Desa Mibi memiliki potensi sumber perikanan yang cukup baik dikarenakan lautnya yang bersih dan terumbu karang yang hidup dengan baik. Selain itu di sekitar pantai desa Mibi terdapat hutan bakau atau mangrufe yang kita ketahui berfungsi sebagai penyeimbang kualitas lingkungan dan menetralisir bahan-bahan pencemar. Hutan bakau atau mangruf juga memiliki manfaat sebagai penyeimbang ekosistem pesisir. Selain karang, hutan mangrufe juga dijadikan rumah bagi beberapa jenis hewan laut di antaranya Ikan, kepiting, udang, kerang dan lain sebagainya.


Hutan Mangurf di desa Mibi

Selain itu desa Mibi memiliki potensi pariwisata seperti air terjun yang indah, pantai yang memiliki pasir yang halus yang warna putih, serta hutan bakau yang indah. 



Potensi Pariwisata Desa Mibi

Desa Mibi memiliki potensi pangan yang melimpah. hal tersebut  tentunya bisa di manfaatkan sebagai pemenuhan Sumber gizi yang diperlukan bagi tubuh manusia. Seperti Karbohidrat, Vitamin, serat dan protein. Potensi pangan yang dimiliki desa Mibi Diantaranya sayur-sayuran seperti daun Singkong, daun pepaya, sayur daun gedi, sayur daun petatas, katuk dan kangkung sebagai sumber serat. Buah-buahan diantaranya pepaya, pisang, kelapa, nanas, langsat rambutan dan mangga sebagai sumber vitamin dan  umbi-umbian seperti singkong, talas, dan keladi. Pohon sagu dan jagung sebagai sumber karbohidrat. ikan dan kerang sebagai sumber protein, dan Sumber air minum yang mudah diperoleh di desa tersebut. semua itu tersedia dan dengan mudah kita bisa dapatkan di desa Mibi.

Potensi Pangan Desa Mibi


Sayur Gedi

Jagung dan Singkong



Ubi Jalar



Pepaya



Pohon Sagu



Nanas



Kelapa



Pisang



Sayur Katuk




Sumber Air Minum

dari hasil observasi dan wawancara yang penulis lakukan terkait pengetahuan masyarakat desa Mibi tentang stunting atau terhambat nya tumbuh kembang anak karena kekurangan gizi, rata-rata masyarakat tidak mengetahui dan tidak memahami akan hal itu. Dan ketika penulis menanyakan juga terkait makanan bergizi masyarakat menjawab bahwa makanan bergizi adalah makanan yang mahal yang di jual di rumah makan dan restoran-restoran. 
Sebenarnya kasus stunting atau pun gizi buruk belum pernah terjadi di desa Mibi. Namun perlu adanya upaya agar kasus stunting tidak terjadi di desa tersebut. Salah satunya adalah dengan edukasi kepada masyarakat.


Dokumentasi wawancara dengan masyarakat desa Mibi


Berangkat dari hal tersebut, maka penulis yang berlatar belakang sebagai relawan dari LSM kesehatan dan bekerja di salah satu program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sorong Papua Barat, berinisyatif melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat, gizi buruk dan stunting serta pencegahan nya dan pemanfaatan potensi pangan lokal sebagai pemenuhan gizi. Dengan tujuan agar masyarakat dapat memahami tentang stunting dan pencegahan nya serta dapat memanfaatkan potensi lokal untuk mencukupi kebutuhan gizi bagai ibu hamil dan menyusui  khusus nya dan masyarakat desa Mibi pada umumnya. 

Pada tanggal 10 September 2018 saya melakukan koordinasi dengan bapak kepala desa dan warga desa Mibi terkait kegiatan edukasi dan sosialisasi yang akan saya lakukan di desa tersebut. Masyarakat pun merespon dan menyambut baik kegiatan yang akan saya lakukan tersebut.  Kemudian kami pun menentukan jadwal dan tempat kegiatan.

Pada hari selasa tanggal 11 September 2018 pukul 08.00 pagi WIT saya bersama dua teman saya yaitu ibu Nusliati Nauw dan bapak leonardus berangkat ke desa MIBI. Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 2 jam dengan menggunakan kendaraan roda dua. Sesampainya di desa Mibi kami di sambut hangat oleh warga  yang telah berkumpul di tempat kegiatan. Kami pun tidak lagi membuang-buang waktu karena mengingat hari yang telah menjelang siang. Kami pun langsung memulai kegiatan.

Kegiatan kami awali dengan pembacaan doa, kemudian sambutan kepala desa  Mibi. Kemudian penyampaian Materi.  Materi pun kami disuguhkan dengan jelas dan rinci dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan tujuan agar masyarakat dapat lebih memahami dan mengerti materi yang kami sampaikan. 





Dokumentasi Kegiatan 


sumber : 

1. Bapak Yahya Sapisa (Kepala Desa Mibi)
2. m.republika.co.id
3. dinkes.inhukab.go.id

sumber dokumentasi : 

1. Dokumentasi Sendiri 
2. abloidjubi.com (Peta papua) 






 







Rabu, 05 September 2018

Tumpuan Harapan Pada PAMSIMAS



TUMPUAN HARAPAN PADA PAMSIMAS



Dokumentasi desa Klamono dari ketinggian

     Klamono adalah sebuah desa yang terletak di Distrik Klamono Kabupaten Sorong Papua Barat. Desa ini memiliki jumlah penduduk 600 jiwa dengan jumlah kepala keluraga kurang lebih 128 KK. Masyarakat yang tinggal di desa klamono memiliki mata pencaharian yang beragam, dari mulai petani, nelayan, peternak, buru bangunan, wira usaha, PSN dan TNI Polri. masyarakat yang tinggal di desa kalmono pun dari berbagi suku diantaranya suku Jawa, Ambon, Bugus, dan tentunya adalah masyarakat Papua itu sendiri. Terdapat 1 sekolah SD dan 1 Sekolah SMP di dasa tersebut. Mayoritas Masyarakat desa Klamono beragama kristen.

Kondisi sanitasi di desa klamono cenderung bagus karena hampir semua rumah-rumah yang ada di desa tersebut memiliki jamban yang permanen karena itu masyarakat pun tidak lagi BAB di sembarang tempat. Kasus penyakit diare di desa kalamono cenderung jarang di alamin oleh masyarakat.

     Namun yang paling memprihatinkan di desa klamono adalah Air. Masyarakat desa klamono sejak tahun 80-an sampai saat ini masih merasakan kesulitan akan Air bersih, masyarakat bisanya mengandalkan Air hujan untuk di gunakan sebagai keperluan sehari-hari, baik untuk di konsumsi, mencuci, mandi dan lain sebagainya. Namun apabila musim kemarau datang masyarakat sangat kesulitan mendapatkan air. Terdapat sumber air di desa kalmono yaitu sungai kalomon, tapi sangat tidak layak digunakan karena tercemar oleh  lumpur dan lain sebagainya.  Upaya demi upaya telah di lakukan oleh masyarakat untuk memperoleh Air yang layak digunakan seperti pembuatan sumur bor, tapi hasilnya tetap sama tidak memperoleh air.


Dokumentasi Sumber air di desa Klamono

     Pada tahun 2018 pemerintah pusat melalui Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR menetapkan Desa kalamono sebagi desa penerima program sanitasi dan air bersih (PAMSIMAS). PAMSIMAS sendiri merupakan program pemerintah di bawah Dirjen Cipta Karya kementrian PU/PR yang fokus pada pembagunan sarana air bersih dan sanitasi dengan sumber pendanaan dari APBN dan APBD.

Setelah tim Fasilitator dari PAMSIMAS kabupaten Sorong Yaitu Johan A Rahman (FM-CD), Leonardus Rahakratat (FM-CD) dan Nusliati Nauw (FM-WSS) melakukan sosialisasi program pada masyarakat desa Klamono terkait pembangunan sarana air bersih dan sanitasi di desa tersebut, masyarakat sangat antusias dan sangat mendukung program tersebut.

Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi Desa oleh PAMSIMAS

     masyarakat Desa Klamono menaruh harapan besar pada PAMSIMAS agar bisa menjadi solusi dari permasalahan yang selama ini masyarakat desa Klamono rasakan yaitu sulitnya Air bersih. Bapak Melkiaus misalnya, beliau mengatakan bahwa selama ini masyarakat desa kalomono sangat sulit memperoleh air yang layak di gunakan namun semoga dengan adanya program PASIMAS di desa Klamono, dapat menjawab permasalahan yang di hadapai selama ini. “kami masyarakat desa klamono menaruh harap besar ke PAMSIMAS, agar bisa menjawab permasalahan yang kami warga masyarakat rasakan selama ini yaitu kesulitan mendapatkan air minum di wilayah disa kami. Kami tentunya sangat berterimakasih dan sangat mendukung program  PMASIMAS ini berjalan di Desa Kami",Tutur bapak Melkiaus sala satu warg desa Klamono.



Dokumentasi Wawancara dengan Bapak Melkiaus warga Desa kalmono
Sumber : Sekretaris Desa Klamono Bapak Melkianus 
Sumber Dokumentasi : Dokumentasi Sendiri 
Penulis : Johan A Rahman (FM-CD Kab Sorong)
Editor :





Jumat, 31 Agustus 2018

Mengenal Noken, Sumber Kehidupan Masyarakat Papua


Mengenal Noken, Sumber Kehidupan Masyarakat Papua

Banyak orang mengenal noken hanya sebatas sebuah tas tradisonal dari Papua yang terbuat dari serat kulit kayu. Noken biasa digunakan oleh orang-orang Papua sebagai wadah tempat barang-barang pribadi maupun bahan makanan seperti umbi-umbian, sayur-mayur maupun hewan ternak. Bahkan, noken juga digunakan dalam pemilihan umum di Papua. Lantas, apa makna sebenarnya dari noken?
Noken adalah wadah menyerupai tas yang terbuat dari anyam serat kulit kayu, daun pandan dan rerumputan  yang dibentuk sedemikian rupa. Berfungsi sebagai  wadah penyimpanan barang-barang pribadi maupun barang lainnya, ukuran noken pun bervariasi mulai ukuran yang kecil, sedang dan besar.  Masyarakat  Papua biasa menggantungkan tali noken di kepala.
Tas dan noken adalah dua hal yang berbeda. Tas merupakan produk yang dihasilkan dari pabrik. Bahan bakun pembuatan tas pun diproses oleh mesin. Sementara itu, noken bukanlah produk pabrikan. Noken adalah karya cipta alami manusia yang memanfaatkan alam dan kemampuan manusia dalam memproses dan merajut. Dengan demikian, dihasilkan sebuah karya cipta yang menakjubkan. Apabila noken dan tas disandingkan, akan tampak perbedaan yang sangat jauh di antara keduanya.
 Dokumentasi perbedaan tas dan Noken
Tas


 

 Noken








 Sejak dulu, masyarakat Papua telah mengenal dan menggunakan noken. Noken sudah tersebar di seluruh tanah Papua dari ujung paling barat hingga ujung timur pulau. Kehidupan masyarakat Papua memang tidak terlepas dari noken. Ke mana pun dan di mana pun mereka berada tetap menggunakan noken. Tak hanya sebagai simbol jati diri orang Papua, noken adalah sumber kehidupan karena kerap digunakan sebagai wadah penyimpan makanan.
Ada beberapa pengertian tentang noken yang dikemukakan oleh Titus Pakei, seorang peneliti dan penulis buku Cerminan Noken Papua.
1.    Noken adalah tempat (wadah) yang dirajut dan dianyam dari serat pohon atau daun yang kadang diwarnai dan diberi berbagai hiasan termasuk pewarna. Hal itu demi memenuhi kepuasan batin perajin, terutama penggemar noken.
2.    Noken adalah kerajinan tangan dari hampir semua suku bangsa di Papua yang diwariskan sebagai unsur budaya, benda yang menjamin kelangsungan hidup untuk mengisi, menyimpan dan membawa barang demi menggenapi kehidupan sehari-hari.
3.    Noken adalah tempat untuk mengisi dan menyimpan barang di dalam tempat rajutan dan anyaman tangan yang dimanfaatkan pengguna secara aman.
4.    Noken adalah tempat untuk barang pribadi. Dari barang yang diisi ke dalam noken, orang akan mengetahui siapa pemiliknya.
5.    Noken adalah kerajinan tangan masyarakat adat tanah Papua yang sudah bernorma, beradat, berbudaya dan beretika dari masa leluhur hingga sekarang.
Selain itu, ada beberapa defenisi noken menurut Rudolph Polderman, Direktur Kamar Adat Pengusaha Papua. Rudolp berkata, Noken itu sangat unik, seperti keunikan alam dan manusia Papua. Pembuatan noken pun sangat unik menurut kemampuan alami dengan keindahan alam.”
Sementara, Alida Maga Mote (mama perajin noken) mengatakan, “Mama-mama di sini merajut noken sama halnya seperti merajut dan/atau menganyam kehidupan demi ketahanan komunitas basis suku bangsa.”
Pada tanggal 4 Desember 2012 telah ditentukan sebagai Hari Noken Sedunia karena pada tanggal tersebut noken diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Hal ini tentu menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi kita. Sebab, salah satu karya cipta yang dibuat oleh nenek moyang telah diakui oleh dunia.
Namun, seiring berjalannya waktu, banyak  perajin noken yang dulunya hanya menggunakan kulit kayu, daun pandan dan rerumputan sekarang telah berinovasi menggunakan benang wol sebagai bahan baku. Hal itu dikenal dengan nama noken benang wol.
Terdapat bayak jenis noken yang diperjual-belikan. Namun, yang paling terkenal pada saat ini ada tiga jenis noken, yaitu noken Wamena yang terbuat dari kulit kayu, noken Raja Ampat yang terbuat dari daun pandan, dan noken benang wol yang terbuat dari benang wol.

Noken
Noken Raja Ampat
Noken Benang Wol
Noken Wamena
Menurut penelitian yang di lakukan oleh tim nominasi noken, pada saat ini banyak generasi muda Papua yang tidak lagi mengetahui pembuatan noken. Yang tersisa hanya mama-mama dan bapak-bapak papua lanjut usia yang mengetahui pembuatan noken tersebut.
Sebagai generasi muda, tentunya kita tidak menginginkan noken yang merupakan hasil karya asli bangsa punah, hanya menjadi cerita dongeng bagi anak-anak kita kelak. Tentunya harus ada upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan noken, misalnya membuat pelatihan pembuatan noken mulai dari pengambilan bahan baku, proses megolah bahan siap pakai, sampai perajutan pada generasi muda, terutama anak-anak papua.

Sumber : Titus Pekei. 2013. Cerminan Noken Papua. Nabire. Ecologi Papua Intitute
Sumber Dokumentasi : Dokumentasi Sendiri dan Komunitas Pencinta Noken




LAKUKAN INI AGAR KAMU TETAP SEMANGAT UNTUK MENJALANKAN AKTIVITAS OLAHRAGA LARI

        Halo sobat Runners, saat pandemi seperti saat ini tentunya kita terbatas melakukan aktivitas sepeti biasanya karena kita harus memat...